Postingan

Jurnal Refleksi Dwimingguan 1.1

  TUGAS 1.1.a.8 KONEKSI ANTAR MATERI  KESIMPULAN DAN REFLEKSI MODUL 1.1 Ridwan Anas, S.Pd,   Salam dan Bahagia Bapak Ibu Guru Penggerak Perkenalkan saya Ridwan Anas, Calon Guru Penggerak Angkatan 10 dari Satuan SMK Nurussalam Salopa. Kabupaten Tasikmalaya.   1.        Apa yang Anda percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum Anda  mempelajari modul 1.1? Sebelum mempelajari Modul 1.1, saya yakin bahwa siswa yang cerdas adalah siswa yang mendapat nilai bagus dalam ujian, dan siswa menjadi pintar hanya jika mereka harus mendengarkan gurunya. Saat pembelajaran di kelas, saya biasanya menggunakan model pembelajaran kooperatif dimana semua siswa menyelesaikan suatu kegiatan. Saya memperhatikan bahwa tidak semua siswa terlibat aktif selama proses ini, baik dalam diskusi kelompok, presentasi, atau tanya jawab. Oleh karena itu, hanya sebagian siswa yang positif dan sebagian lagi negatif. Kami tidak mengidentifik...

Analisi Puisi

    ANALISIS PUISI "ISYARAT" KARYA KUNTOWIJOYO Isyarat Angin gemuruh di hutan Memukul ranting Yang lama juga. Tak terhitung jumlahnya Mobil di jalan Dari ujung ke ujung Aku ingin menekan tombol Hingga lampu merah itu Abadi. Angin, mobil dan para pejalan Pikirkanlah, ke mana engkau pergi. ANALISI   Hasil Analisis Struktur Fisik 1.       Perwajahan Puisi "Isyarat" terdapat 11 larik dengan menggunakan tipografi teratur kiri.   2.       Diksi Angin, Gemuruh, Mobil, Ranting   3.       Imaji/gambaran Penglihatan : "Mobil di jalan. Dari Ujung ke ujung". Pendengaran : "Angin gemuruh di Hutan memukul ranting".   4.       Gaya Basa/Majas Majas Personifikasi "Angin gemuruh di hutan. memukul ranting". Majas Metafora "Angin, mobil, dan pejalan. Pikirkanlah kemana engkau pergi".   5.       Rima/Ritma Rima dan Ritma pada puisi "Isyarat" tidak t...
Gambar
  ESAI PRIBADI: BILQIS 

Esai Ketahanan Pangan

Gambar
  Kontribusi Diri terhadap Ketahanan Pangan ( https://dkp.bogorkab.go.id/) Kebutuhan manusia yang tidak bisa terhindari dan merupakan bagian yang paling penting adalah makanan, sumber utama makanan 50-70% nya merupakan pangan yang ditanam oleh petani di berbagai wilayah. Terutama bagi saya yang tinggal di pulau jawa di Indonesia. Wilayah yang makanan utamanya adalah nasi yang terbuat dari padi yang ditanam di sawah ini merupakan makanan yang tidak boleh absen setiap kali kami makan, bahkan orang sunda menyebut “asa teu dahar mun teu jeng sangu (nasi) mah” membuat kami harus peduli dan tahu cara bagaimana menanam padi, dimulai dari menyemai benih atau tebar benih, membajak lahan baik dengan traktor ataupun dengan kerbau, babut (mengikat benih), tandur (tanam mundur), penyiangan, pengairan , pemeliharaan, dan pemanenan. Terkesan sederhana padahal kegiatan menan ini sulit dan banyak resikonya baik dari hama, penyakit, dan kemarau Panjang, tidak sedikit petani yang gagal panen dan...

KACA NEGERI

Gambar
KACA NEGERI Dari jagat yang tertidur aku tahu keadaan bumi Dari raut rakyat aku tahu kemiskinan negeri Dari gedung-gedung kota aku tahu serakah penguasa Dari patok tanah di desa aku tahu harga diri Dari angkot dan bus ibu kota aku tahu malasnya negeri Dari celengan infaq pesantren di warung aku hapal agama digadai Dari ketua RT yang itu itu saja sejak ku kecil aku tahu negeri ini murung Dari buku pelajaran sekolah yang tiap tahun diganti aku tahu tak jelasnya pendidikan Dari ramainya tempat wisata aku tahu negeriku kurang hiburan Dan kadang presiden jadi pelawak Banyak yang tersisa dari negeriku, tapi aku ragu Sisa itu bekas perjuangan atau ketololan penguasa Nyatanya negeri ini belum di upgrade sesuai dengan teknologi impor yang datang Atau sudah ngehank karena banyak virus keserakahan.

KELAPARAN

Gambar
KELAPARAN Rona di kaki langit Memandang kanak-kanak desa Mendengar teriak emak-emak Dan keluhan bapak-bapak Hari berganti Dan mereka masih kelaparan Aku hanya meratap Tapi ratapanku tak bisa terlalu jauh Apa penguasa yang menyantap sarapan mereka; Penguasa membatasi jarak ratapku dengan kelemahan Sedang yang sama lemah yang mengerti kami kelaparan

DI BALIK JEBDELA KUSAM KAMARKU

Gambar
DI BALIK JENDELA KUSAM KAMARKU Dibalik jendela kusam kamarku, kulihat air, tanah air aku Dalam etalase jaman yang kian buat orang makin runyam Setiap hari mendebat dan saling menyalahkan. Sikut bukan lagi di tangan, namun berpindah pada dakwa dan pengadilan Tralis hukum semakin mudah di tembus, Dibalik jendela kusam kamarku, kulihat mata, mata air rakyatku Dalam jeruji kebohongan para birokrat dan wakil rakyat Dana kesejahteraan habis digunakan pencitraan dan kampanye Kini akal bukan di kepala, namun berpindah pada uang seratus ribu